← Pusat  Regulasi Konsultasi
Pusat Regulasi K3 Kebakaran

SNI 03-1745-2000 — Pipa Tegak & Slang Kebakaran (Hydrant)

Standar acuan · Dirujuk Permen PU 26/2008

Standar Nasional Indonesia untuk perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang kebakaran (hydrant gedung) — acuan teknis yang dipakai saat riksa uji instalasi hydrant Anda.

Inti Standar dalam 1 Menit

  • Mengatur desain sistem hydrant gedung: ukuran pipa tegak, jenis sambungan, penempatan kotak hydrant, dan tekanan.
  • Sistem dibagi 3 kelas: Kelas I (sambungan 2,5" untuk petugas terlatih/damkar), Kelas II (slang 1,5" untuk penghuni), Kelas III (kombinasi keduanya).
  • Sistem harus menjamin tekanan dan aliran minimum di titik terjauh/tertinggi.
  • Termasuk ketentuan hydrant halaman (pillar) dan sambungan pemadam kebakaran (siamese connection).

Yang Perlu Anda Pastikan Sebagai Pengelola

  1. Ketahui kelas sistem hydrant gedung Anda dan pastikan komponennya lengkap (valve, slang, nozzle, kopling).
  2. Uji tekanan dan aliran secara berkala — hydrant yang tidak pernah dites sering mati justru saat dibutuhkan.
  3. Jaga kotak hydrant mudah diakses: tidak digembok mati, tidak terhalang, slang tidak lapuk.
  4. Pastikan pompa kebakaran (jockey, utama, cadangan/diesel) berfungsi dan diuji rutin.
  5. Siamese connection di halaman tidak boleh terhalang dan couplingnya sesuai standar damkar setempat.

Poin-Poin Penting

Kelas sistem

Kelas I: sambungan slang 2,5 inci untuk pemadam kebakaran dan petugas terlatih. Kelas II: rak slang 1,5 inci agar penghuni gedung bisa melakukan pemadaman awal. Kelas III: menyediakan keduanya. Gedung tinggi umumnya wajib Kelas III.

Tekanan dan pasokan

Sistem dirancang agar titik pengeluaran terjauh/tertinggi tetap mendapat tekanan sisa minimum yang disyaratkan — inilah alasan pompa dan reservoir harus dihitung benar, bukan sekadar "ada".

Penempatan

Kotak hydrant ditempatkan agar seluruh area terjangkau slang, umumnya dekat jalur keluar/tangga, dengan tinggi sambungan yang mudah dioperasikan.

Hydrant halaman & siamese

Hydrant pillar di halaman dan sambungan siamese memungkinkan mobil damkar menyuplai/mengambil air ke sistem gedung — keduanya bagian dari satu kesatuan sistem yang ikut diuji.

Masalah yang Sering Kami Temukan Saat Survei

Slang lapuk/bocor karena tidak pernah dibuka bertahun-tahun.
Tekanan jauh di bawah standar — pompa jockey rusak tanpa ada yang tahu.
Kotak hydrant dicat mati/terkunci dan kuncinya hilang.
Pompa diesel cadangan tidak pernah dipanaskan, aki soak.

Pertanyaan Umum

Gedung saya wajib hydrant kelas berapa?

Tergantung klasifikasi, ketinggian, dan luas bangunan (dirinci di Permen PU 26/2008 yang merujuk SNI ini). Gedung bertingkat menengah-tinggi umumnya Kelas III. Tim kami bisa evaluasi saat survei gratis.

Seberapa sering hydrant harus diuji?

Praktik yang baik: inspeksi visual bulanan, uji fungsi/aliran berkala (umumnya tahunan), dan riksa uji oleh pihak berwenang sesuai ketentuan daerah. Semua butuh dokumentasi.

Ringkasan ini disusun PT Tan Anugrah Sejahtera untuk memudahkan pemahaman — bukan pengganti teks resmi. Selalu rujuk dokumen peraturan asli untuk kepentingan hukum. Terakhir ditinjau: Juli 2026.

Tools Gratis Terkait

Regulasi Lainnya

Butuh Bantuan Memenuhi Regulasi Ini?

Konsultasi Gratis dengan Tim TAS

Kami bantu audit kondisi gedung Anda dan susun langkah pemenuhan yang realistis — tanpa biaya survei.

WhatsApp Kami