Standar Nasional Indonesia untuk perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang kebakaran (hydrant gedung) — acuan teknis yang dipakai saat riksa uji instalasi hydrant Anda.
Kelas I: sambungan slang 2,5 inci untuk pemadam kebakaran dan petugas terlatih. Kelas II: rak slang 1,5 inci agar penghuni gedung bisa melakukan pemadaman awal. Kelas III: menyediakan keduanya. Gedung tinggi umumnya wajib Kelas III.
Sistem dirancang agar titik pengeluaran terjauh/tertinggi tetap mendapat tekanan sisa minimum yang disyaratkan — inilah alasan pompa dan reservoir harus dihitung benar, bukan sekadar "ada".
Kotak hydrant ditempatkan agar seluruh area terjangkau slang, umumnya dekat jalur keluar/tangga, dengan tinggi sambungan yang mudah dioperasikan.
Hydrant pillar di halaman dan sambungan siamese memungkinkan mobil damkar menyuplai/mengambil air ke sistem gedung — keduanya bagian dari satu kesatuan sistem yang ikut diuji.
Tergantung klasifikasi, ketinggian, dan luas bangunan (dirinci di Permen PU 26/2008 yang merujuk SNI ini). Gedung bertingkat menengah-tinggi umumnya Kelas III. Tim kami bisa evaluasi saat survei gratis.
Praktik yang baik: inspeksi visual bulanan, uji fungsi/aliran berkala (umumnya tahunan), dan riksa uji oleh pihak berwenang sesuai ketentuan daerah. Semua butuh dokumentasi.
Kami bantu audit kondisi gedung Anda dan susun langkah pemenuhan yang realistis — tanpa biaya survei.
WhatsApp Kami